Pompa roda gigi dan pompa baling-baling adalah dua pompa hidrolik umum, yang memiliki perbedaan tertentu dalam struktur, prinsip kerja, karakteristik kinerja, dan kesempatan penerapan. Berikut ini adalah rincian perbedaannya:
Pertama, perbedaan struktural
Pompa roda gigi: terutama terdiri dari badan pompa, roda gigi, poros, dan bagian segel. Dua atau lebih roda gigi berputar dalam badan pompa yang saling berdekatan, dan volume berubah melalui pengaitan dan pemisahan roda gigi, sehingga menyelesaikan penghisapan dan pembuangan cairan.
Pompa baling-baling: terdiri dari rotor, stator, bilah, pelat katup, tutup ujung, dan komponen lainnya. Bilah dapat meluncur dengan fleksibel di alur rotor. Di bawah aksi gaya sentrifugal saat rotor berputar dan tekanan oli di pangkal bilah, bagian atas bilah berada dekat dengan permukaan bagian dalam stator untuk membentuk rongga kerja yang tertutup rapat.
Kedua, prinsip kerja
Pompa roda gigi: mengandalkan sepasang gigi dengan jumlah, lebar, dan modulus yang sama dari roda gigi yang sama, menggunakan jala dan pelepasan roda gigi untuk membentuk segel, perubahan volume, dan kemajuan hisapan, tekanan oli. Pompa roda gigi adalah pompa perpindahan positif, dan alirannya sebanding dengan kecepatan.
Pompa baling-baling: Saat rotor berputar, bilah berada di bawah aksi gaya sentrifugal dan tekanan oli, dan ujungnya dekat dengan permukaan bagian dalam stator untuk membentuk ruang kerja tertutup. Dengan putaran rotor, volume ruang penyegelan secara bertahap meningkat atau menurun, sehingga mencapai penyerapan oli dan tekanan oli.
Ketiga, karakteristik kinerja
Efisiensi: Pompa roda gigi dikenal karena efisiensi volumetriknya yang relatif tinggi, biasanya 85% hingga 95%. Pompa baling-baling juga memiliki efisiensi volumetrik yang baik, biasanya dalam kisaran 85% hingga 90%.
Tekanan: Pompa roda gigi biasanya digunakan dalam aplikasi tekanan rendah hingga sedang, dengan tekanan umumnya tidak melebihi 3,000 psi (200bar). Pompa baling-baling cocok untuk aplikasi tekanan sedang dan biasanya mencapai 3,000 psi (200bar), tetapi varian tertentu dapat menangani tekanan yang lebih tinggi.
Kebisingan: Pompa roda gigi karena adanya jalinan roda gigi, kebisingannya relatif besar. Pompa baling-baling biasanya lebih senyap daripada pompa roda gigi karena beroperasi lebih lancar.
Perawatan: Pompa roda gigi umumnya memerlukan perawatan yang lebih sedikit karena desainnya yang lebih sederhana, tetapi mungkin memerlukan penggantian roda gigi dan segel secara berkala. Pompa baling-baling memerlukan perawatan sedang, dan penggantian bilah serta pemeriksaan segel merupakan tugas perawatan yang umum.
4. Kesempatan aplikasi
Pompa roda gigi: Cocok untuk aplikasi tekanan rendah hingga sedang yang tidak memerlukan kontrol aliran dan tekanan yang presisi. Pompa ini memiliki desain yang sederhana, andal, dan biaya yang relatif rendah, serta sering digunakan dalam skenario dengan persyaratan rendah, seperti sistem pelumasan dan sistem hidrolik.
Pompa baling-baling: Cocok untuk aplikasi yang membutuhkan tingkat kebisingan rendah dan tekanan sedang. Pompa ini mampu menangani cairan dengan viskositas ringan hingga sedang dan tetap efisien dalam berbagai tekanan operasi. Pompa baling-baling juga banyak digunakan dalam pemrosesan makanan dan minuman, farmasi, dan bidang lainnya.
Singkatnya, ada perbedaan yang jelas antara pompa roda gigi dan pompa baling-baling dalam hal struktur, prinsip kerja, karakteristik kinerja, dan kesempatan penerapan. Dalam pemilihannya, harus didasarkan pada persyaratan penerapan tertentu, persyaratan tekanan, persyaratan aliran, dan pertimbangan biaya serta faktor-faktor lain untuk pertimbangan yang komprehensif.
Apa perbedaan antara pompa roda gigi dan pompa bilah?
Aug 14, 2024
Tinggalkan pesan

